Showing posts with label Kimia. Show all posts
Showing posts with label Kimia. Show all posts

Sunday, April 23, 2017

Peta Konsep Asam Basa

Peta Konsep Asam Basa - Dalam kehidupan sehari-hari dikenal senyawa asam seperti asam cuka untuk memasak, asam sitrat dalam buah jeruk, dan asam sulfat yang digunakan dalam aki. Selain asam ada juga senyawa basa seperti aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida yang terdapat pada obat maag dan kalsium hidroksida atau air kapur. Asam-basa juga dikenal di bidang pertanian dan lingkungan hidup yaitu berkaitan dengan keasaman tanah atau air.

Sifat asam basa suatu larutan dapat ditentukan dengan menggunakan kertas lakmus merah dan lakmus biru.

Ada beberapa teori yang membahas tentang asam-basa yaitu teori asambasa Arrhenius, Bronsted Lowry, dan Lewis. Untuk mempelajarinya, pada bab ini akan diuraikan tentang teori asam-basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis serta keunggulan masing-masing teori tersebut.

Nah, seperti apakah peta konsep Asam Basa dalam ilmu kimia?

Berikut penjelasannya

Peta Konsep Asam Basa

Peta Konsep Asam Basa
Peta Konsep Asam Basa
Nah itulah Peta Konsep Asam Basa, dalam ilmu kimia. Mudah-mudahan bermanfaat yah.


Friday, September 16, 2016

Hukum Kekekalan Massa dalam Kimia

Hukum Kekekalan Massa dalam Kimia - Dalam reaksi kimia, reaksi dua atau lebih zat-zat pereaksi (reaktan) membentuk zat baru yang disebut hasil reaksi (produk). Jumlah massa reaktan terkadang sama, tetapi terkadang juga berbeda dengan massa produk setelah reaksi berakhir.

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) melakukan percobaan dengan memanaskan merkuri oksida, sehingga menghasilkan logam merkuri dan gas oksigen. Selanjutnya, direaksikan kembali dan terbentuklah merkuri oksida. Hal ini menunjukkan bahwa massa gas oksigen yang dihasilkan pada pembakaran merkuri oksida sama dengan massa oksigen yang diperlukan untuk mengubah logam merkuri menjadi merkuri oksida. 

  
Hasil percobaan ini menjadi dasar bagi Lavoisier dalam mengambil kesimpulan. Ia menyimpulkan bahwa massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi. Pernyataan ini dikenal sebagai Hukum Kekekalan Massa.(Sumber: Brady, James E, 1999, hlm. 49)

Hukum Kekekalan Massa dalam Kimia

Wabillahi taufiq Wal Hidayah … Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ila ha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika … Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Friday, April 15, 2016

Keelektronegatifan dalam Tabel Periodik Kimia

Keelektronegatifan dalam Tabel Periodik Kimia - Selain energi afinitas yang terdapat dalam tabel periodik kimia, ternyata kita juga akan memelajari yang namanya KEELEKTRONEGATIFAN. Apa sih keelekronegatifan ini, mau tahu yuk simak di bawah ini.

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pengertian Keelektronegatifan

Keelektronegatifan adalah kecenderungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang digunakan bersama dalam membentuk ikatan.

Nah, semakin besar harga keelektronegatifan suatu atom, maka semakin mudah  menarik pasangan elektron untuk membentuk ikatan, atau gaya tarik elektronnya  makin kuat. 

Keelektronegatifan unsur ditentukan oleh muatan inti dan jari-jari  atomnya.

Ingat !!

Keelektronegatifan kecil berarti sukar menangkap elektron.
Keelektronegatifan besar berarti mudah menangkap elektron.

Keelektronegatifan dalam Tabel Periodik Kimia


Nilai mutlak keelektronegatifan tidak dapat diukur, tetapi nilai relatifnya dapat 
dicari seperti dengan cara Pauling.

Menurut Pauling, keelektronegatifan unsur gas mulia adalah nol. Artinya, gas mulia tidak mempunyai kemampuan untuk menarik elektron. Pauling menetapkan unsur Fluor (F) sebagai standard. 

Berdasarkan hal tersebut, dihitung nilai untuk unsur yang lain. Untuk melihat nilai-nilai keelektronegatifan unsur-unsur, perhatikan gambar jelasnya di bawah ini
Kelektronegatifan unsur-unsur dalam abel periodik

Berdasarkan gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa keelektronegatifan unsur-unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin kecil, sedangkan unsur-unsur dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin besar.

Semoga info mengenai Keelektronegatifan dalam Tabel Periodik Kimia ini bisa membantu anda para saintis. Garda Pengetahuan

Wabillahi taufiq Wal Hidayah … Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ila ha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika … Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pengertian Energi Ionisasi dalam Tabel Periodik Kimia

Pengertian Energi Ionisasi dalam Tabel Periodik Kimia - Dalam ilmu kimia kita akan memelajari yang namanya tabel periodik. Nah di dalam tabel periodik ini terdapat sifat-sifatnya mau tahu sifatnya yaitu salah satunya adalah energi ionisasi. Yuk pelajari di bawah ini

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pengertian Energi Ionisasi

Energi ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan atom untuk melepaskan  satu elektron yang terikat paling lemah dari suatu atom atau ion dalam wujud gas. 

Harga energi ionisasi dipengaruhi oleh besarnya nomor atom dan ukuran jari-jari  atom. Makin besar jari-jari atom, maka gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin  lemah. Hal itu berarti elektron terluar akan lebih mudah lepas, sehingga energi yang  diperlukan untuk melepaskan elektron terluar makin kecil.

Ingat.!!

Energi ionisasi kecil berarti mudah melepaskan elektron.
Energi ionisasi besar berarti sukar melepaskan elektron.

Pengertian Energi Ionisasi dalam Tabel Periodik Kimia

Energi ionisasi pertama digunakan oleh suatu atom untuk melepaskan elektron kulit terluar, sedangkan energi ionisasi kedua digunakan oleh suatu ion (ion +) untuk  melepaskan elektronnya yang terikat paling lemah. 

Untuk mengetahui kecenderungan energi ionisasi unsur-unsur dalam sistem  periodik dapat dilihat pada daftar energi ionisasi pertama unsur-unsur dalam sistem periodik yang harganya sudah dibulatkan dan grafik kecenderungan energi ionisasi unsur-unsur yang terdapat pada gambar di bawah ini

Energi ionisasi pertama unsur-unsur dalam sistem periodik unsur (kj/mol)


Hubungan Energi Ionisasi dengan Nomor Atom


















Dari gambar tersebut dapat disimpulkan bahwaenergi ionisasi unsur-unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah makin kecil, sedangkan unsur-unsur dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin besar. 

Ternyata selain dalam ilmu kimia, materi energi ionisasi ini juga akan dipelajari di jurusan fisika tepatnya mata kuliah "fisika inti" dulu saya memelajarinya di semester 6.

Semoga ilmu ini bisa bermanfaat yah. Pengertian Energi Ionisasi dalam Tabel Periodik Kimia

Wabillahi taufiq Wal Hidayah … Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ila ha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika … Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Friday, March 18, 2016

Kesimpulan Percobaan Rutherford Penembakan lempeng logam tipis Emas dengan sinar

Kesimpulan Percobaan Rutherford Penembakan lempeng logam tipis Emas dengan sinar – Kamu yang lagi belajar kimia pasti tidak asing dengan dengan nama RUTHERFORD, yah karena ketika kita pertama kali belajar kimia di SMA kita akan langsung berkenalan dengan model-model atom yang ada di bab pertama.
Sebelum kita lihat kesimpulan dari percobaan rutherford yang menembak lempeng logam tipis emas dengan sinar, ada baiknya baca terlebih dahulu sejarahnya yang telah Garda Pengetahuan Rangkum.

Kesimpulan Percobaan Rutherford Penembakan lempeng logam tipis Emas dengan sinar

Sejarah Percobaan Rutherford Penembakan lempeng logam tipis Emas dengan sinar 

Pada tahun 1910, Ernest Rutherford bersama dua orang asistennya, yaitu Hans Geiger dan Ernest Marsden, melakukan serangkaian percobaan untuk mengetahui kedudukan partikel-partikel di dalam atom. Percobaan mereka dikenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas.

Baca Juga:


Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa partikel yang ditembakkan pada lempeng logam emas yang tipis, sebagian besar diteruskan, dan ada sebagian kecil yang dibelokan bahkan ada juga beberapa di antaranya yang dipantulkan. Hal tersebut sangat mengejutkan bagi Rutherford. Penemuan ini menyebabkan gugurnya teori atom Thomson. Partikel yang terpantul tersebut diperkirakan telah menabrak sesuatu yang padat di dalam atom. Dengan demikian atom tersebut tidak bersifat homogen seperti digambarkan oleh Thomson.
Bahkan menurut pengamatan Marsden, diperoleh fakta bahwa satu di antara 20.000 partikel akan membelok dengan sudut 90o bahkan lebih.
Kesimpulan Percobaan Rutherford Penembakan lempeng logam tipis Emas dengan sinar
Gambar ini adalah percobaan rutherford tersebut yang kemudian dari percobaan ini rutherford mengambil kesimpulan

Kesimpulan Percobaan Rutherford Penembakan lempeng logam tipis Emas dengan sinar

Berdasarkan gejala-gejala tersebut, maka kemudian diperoleh beberapa kesimpulan antara lain:
1. Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel diteruskan. Berarti, sebagian besar volume atom merupakan ruang kosong.
2. Partikel yang mengalami pembelokan ialah partikel yang mendekati inti atom. Hal tersebut disebabkan keduanya bermuatan positif.
3. Partikel yang dipantulkan ialah partikel yang tepat menabrak inti atom.
Lalu dari data-data temuan dari percobaan ini kemudian Rutherford mengusulkan model atomnya yang menyatakan bahwa atom terdiri atas inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Jumlah proton dalam inti sama dengan jumlah elektron ynag mengelilingi inti, sehingga atom bersifat netral. Rutherford juga menduga bahwa di dalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi untuk mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling menolak.

Yup itulah tadi sedikit pengetahuan yang dapat saya bagikan semoga informasi mengenai Percobaan Rutherford Penembakan lempeng logam tipis Emas dengan sinar ini memberikan khasanan pengetahuan kima yang baru bagi kita.
Sifat-Sifat Sinar Anode dalam Ilmu Kimia

Sifat-Sifat Sinar Anode dalam Ilmu Kimia

Sifat-Sifat Sinar Anode dalam Ilmu Kimia – Selain sifat-sifat sinar katode  ternyata anode juga memiliki sifat-sifat tertentu. Untuk memahaminya lebih lanjut silahkan lihat penjelasannya di bawah ini:

Sifat-Sifat Sinar Anode

Dengan ditemukannya elektron oleh Thomson, para ahli semakin yakin bahwa atom tersusun oleh partikel-partikel yang lebih kecil. Pada tahun 1886, Eugen Goldstein memodifikasi tabung sinar katode dengan melubangi lempeng katodenya dan gas yang berada di belakang lempeng katode menjadi berpijar. Peristiwa tersebut menunjukkan adanya radiasi yang berasal dari anode yang menerobos lubang pada lempeng katode. Sinar ini disebut sinar anode atau sinar positif.

Sifat sinar anode, antara lain:


1. merupakan radiasi partikel sehingga dapat memutar baling-baling;
2. dalam medan listrik/magnet, dibelokkan ke kutub negatif, jadi merupakan radiasi bermuatan positif;
3. partikel sinar anode bergantung pada jenis gas dalam tabung.
Partikel terkecil diperoleh dari gas hidrogen. Partikel ini kemudian disebut proton
Jadi itulah Sifat-Sifat Sinar Anode yang dapat garda pengetahuan tuliskan. Selamat belajar ilmu kimia yah

Sifat-Sifat Sinar Katode oleh Joseph John homson

Sifat-Sifat Sinar Katode oleh Joseph John homson - Elektron ditemukan oleh Joseph John Thomson pada tahun 1897. Penemuan elektron diawali dengan ditemukannya tabung katode oleh William Crookes. Kemudian J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode ini dan dapat dipastikan bahwa sinar katode ini merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan di antara katode dan anode.

Sifat-Sifat Sinar Katode oleh Joseph John homson

Sifat sinar katode, antara lain:


1. merambat tegak lurus dari permukaan katode menuju anode;
2. merupakan radiasi partikel sehingga terbukti dapat memutar baling-baling;
3. bermuatan listrik negatif sehingga dibelokkan ke kutub listrik positif;
4. dapat memendarkan berbagai jenis zat, termasuk gelas

Sifat-Sifat Sinar Katode

Gambar tabung katode oleh J.J Thomson

Sifat-Sifat Sinar Katode oleh Joseph John homson ini semoga bisa bermanfaat buat kamu yah terutama yang lagi belajar kimia